Mengenal Ilmu Farmakologi Dasar

Dalam dunia farmasi dan kesehatan  bidang ilmu Farmakologi memang sebuah kewajiban untuk dikuasai, utamanya bagi pelajar farmasi seperti saya.

Yah meskipun ilmu farmakologi itu lebih diwajibkan untuk dikuasai para praktisi kesehatan, namun tidak ada salahnya jika masyarakat mengetahuinya.

Dengan mengetahui dasar-dasar farmakologi, nantinya masyarakat diharapkan bisa mendapatkan manfaat dan mengetahui kerja obat dalam tubuh, sehingga kesalahan dan penyalahgunaan obat bisa di minimalisir.

Tentunya banyak sekali manfaat yang didapatkan, oleh karena itu saya ingin berbagi kepada anda tentang ilmu Farmakologi dasar yang saya ketahui.

Pengertian Farmakologi 

Farmakologi merupakan ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat atau kegiatan fisiologinya dan juga nasibnya dalam organisme hidup.

Dalam arti yang lebih simpel, farmakologi bisa didefinisikan sebagai ilmu yang membahas mengenai kerja obat dalam tubuh seperti mekanisme obat dan juga interaksi serta khasiat obat pada tubuh.

Karena cakupan ilmu farmakologi yang sangat luas, maka ilmu farmakologi dibagi lagi menjadi beberapa bagian dengan pembahasan yang lebih spesifik dan mendasar. 

Berikut ini penjelasannya :
 Mengenal Ilmu Farmakologi Dasar
Image from Lifestyle.Liputan6.com
Farmakognosi

Adalah ilmu yang membahas mengenai obat yang berasal dari tanaman, mineral dan hewan. Istilah awam dari Farmakognosi bisa disebut sebagai ilmu herbal

Peranan Farmakognosi ini sangat penting, karena memang tanaman obat merupakan salah satu alternatif pengobatan yang aman dan juga alami.

Kata Farmakognosi berasal dari Yunani yaitu "Pharmakon" yang berarti obat dan "Gnosis" yang berarti ilmu atau pengetahuan. 

Karena farmakognosi berkaitan erat dengan tanaman obat, maka pembahasannya pun juga seputar tanaman obat. Baik itu cara pengolahan, peracikan, penggunaan, bahkan juga identifikasi dan penelitian tanaman obat.

Dari pengalaman saya belajar tentang farmakognosi, yang paling berkesan ialah ketika diperintahkan guru untuk menghafalkan tanaman obat secara lengkap mulai dari nama, nama latin, khasiat, kandungan, bagian yang digunakan, bentuk dan ciri, cara panen, dan penyimpanan.

Dan yang lebih parahnya lagi yang dihafalin bukan satu atau dua tanaman obat, melainkan ada puluhan bahkan ratusan. Jadi tidak heran jika banyak yang menganggap sekolah farmasi itu susah.

Biofarmasi

Adalah ilmu yang membahas pengaruh formulasi (racikan) atau pembuatan sediaan farmasi obat terhadap khasiatnya. Dengan kata lain biofarmasi ini mempelajarai bagaimana cara pembuatan atau peracikan obat agar dapat memberikan efek yang optimal bagi tubuh.

Jika berbicara mengenai racikan dan pembuatan obat, maka hal utama yang perlu diperhatikan ialah dosis. Dosis yang terlalu rendah tidak akan efektif atau memberikan khasiat, sebaliknya jika dosis berlebih maka efek yang ditimbulkan bukan lagi berupa penyembuhan tetapi justru menjadi racun, akibatnya terjadilah over dosis yang sering berbuah kematian.

Nah, hal-hal yang seperti inilah yang dibahas dalam biofarmasi. 

Farmakokinetika

Adalah ilmu yang membahas tentang proses obat di dalam tubuh. Dengan kata lain, ilmu ini menjelaskan tentang proses yang dilewati obat selama di dalam tubuh hingga menghasilkan efek atau khasiat.

Mekanisme obat dalam tubuh terbagi menjadi beberapa proses, yang meliputi :

1# Absorpsi (Penyerapan) 

Ini merupakan proses pertama yang sangat penting, karena tanpa adanya proses absorpsi maka proses-proses lainnya tidak akan terjadi. Obat yang dikonsumsi, kemudian di dalam tubuh akan terpecah dan diserap oleh saluran cerna. 

Proses penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu :

  1. Kelarutan obat
  2. Konsentrasi (jumlah) obat
  3. Kemampuan obat melintasi sel membran
  4. Luas permukaan obat
  5. Bentuk sediaan obat
  6. Cara dan waktu pemakaian obat

Untuk obat luar tubuh, proses penyerapannya melalui kulit atau selaput lendir.

2# Distribusi (Penyaluran)

Setelah obat diserap oleh tubuh, proses yang terjadi selanjutnya adalah penyaluran obat tersebut ke seluruh tubuh atau bagian tubuh yang diobati. 

Proses penyaluran ini umumnya melalui darah. Adapun jika yang dipakai adalah obat luar tubuh (topikal) maka distribusinya adalah melalui kulit.

3# Metabolisme (Pengolahan)

Setelah sebelumnya melewati proses penyerapan dan juga penyaluran ke seluruh tubuh atau bagian yang diobati, kemudian obat akan memunculkan efek atau khasiatnya. 

Disinilah peranan proses metabolisme, setelah obat menghasilkan efek yang diinginkan kemudian obat akan diolah sedemikian rupa agar bisa dikeluarkan dari tubuh.

Proses pengolahan ini biasa terjadi di dalam ginjal, kecuali pada obat luar. Karena memang obat luar tidak dikonsumsi sehingga proses metabolisme tidak terjadi. 

Adapun beberapa hal yang mempengaruhi proses metabolisme obat :

  1. Usia
  2. Fungsi hati
  3. Faktor genetik
  4. Adanya pemakaian obat lain secara bersamaan

4# Ekskresi (Pengeluaran)

Ini merupakan proses terakhir, dari yang awalnya obat diserap tubuh, kemudian di distribusikan, lalu timbul efek pengobatan, setelah itu zat sisa obat di metabolisme atau diolah agar bisa dikeluarkan, dan yang terakhir adalah proses pengeluaran zat sisa obat tersebut. 

Proses pengeluaran terjadi melalui beberapa organ, yaitu :

  1. Kulit (bersama keringat)
  2. Paru-paru (bersama penafasan)
  3. Hati (bersama saluran empedu)
  4. Air Susu Ibu (misalnya alkohol, obat tidur, nikotin rokok, dll)
  5. Ginjal (bersama air seni)

Farmakodinamika

Adalah ilmu yang membahas mengenai pengaruh atau efek yang dihasilkan obat terhadap sel hidup, organ tubuh, atau makhluk. 

Contoh gampangnya seperti ketika obat yang dipakai kemudian memberikan efek kesembuhan atau justru merusak organ atau sel dalam tubuh.

Efek obat terhadap tubuh ini dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :

  1. Efek terapi, yaitu efek obat yang diinginkan seperti menyembuhkan penyakit atau meringankan dan meniadakan gejalanya.
  2. Efek samping, yaitu efek obat yang tidak diinginkan yang berlainan dengan efek terapi .
  3. Efek toksik, yaitu efek obat yang tidak diinginkan karena bersifat toksik atau racun, biasanya terjadi karena dosis obat yang terlalu tinggi.
  4. Toleransi, yaitu peristiwa dimana dosis obat harus dinaikan terus menerus untuk mencapai efek terapi yang sama.
  5. Habituasi, yaitu ketergantungan fisik akibat kebiasaan dalam mengonsumsi suatu obat.
  6. Adisi, yaitu ketergantungan atau ketagihan obat secara fisik dan mental dan apabila pemakaian obat dihentikan maka akan menimbulkan efek hebat yang menyakitkan.
  7. Alergi, yaitu peristiwa hipersensitif atau kepekaan berlebih terhadap suatu obat sehingga menimbulkan efek yang berlainan seperti gatal, kemerahan, dan sebagainya. 
  8. Idiosinkrasi, yaitu peristiwa dimana suatu obat memberikan efek yang sangat berlainan dari efek terapinya.

Selain hal diatas, Farmakodinamika juga membahas mengenai waktu pemakaian obat, indeks terapi, kombinasi obat, serta interaksi obat terhadap obat lain ataupun makanan dan minuman.

Farmakoterapi

Adalah ilmu yang membahas mengenai penggunaan obat untuk mengobati penyakit dan gejalanya dengan didasarkan pada khasiat dan sifat obat serta penyakit yang ingin diobati.

Kelima cabang farmakologi yang telah saya jelaskan diatas sebenarnya belum mewakili ilmu farmakologi secara luas. 

Jadi jangan beranggapan bahwa ilmu farmakologi hanya sebatas kelima hal diatas, masih banyak pembahasan dalam ilmu farmakologi seperti pembahasan penyakit, fungsi organ tubuh serta obatnya, dan juga hubungan anatomi makhluk dengan obat.


Subscribe to receive free email updates: